Kamis, 11 Juli 2013

Ratusan Tahanan Kabur Dari Lapas Tanjung Gusta Medan (kaskus)


Quote:Saat Kericuhan, Hanya 15 Petugas Lapas Tanjung Gusta yang Berjaga

Saat terjadi kericuhan di Lembaga Pemasyarakatan Klas I, Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, Kamis (11/7/2013) petang, hanya ada 15 petugas lapas yang berjaga. Sementara, narapidana yang mendekam di Lapas tersebut jumlahnya sekitar 2.600 orang.

“Petugas saat itu sekitar 15 orang yang berjaga. Kalau dibandingkan dengan penghuninya memang tidak sebandinglah dengan petugas kami,” kata Humas Direktorat Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Akbar Hadi saat dihubungi wartawan, Jumat (12/7/2013).


Quote:Presiden SBY Instruksikan Kapolri Pulihkan Keamanan di LP Tanjung Gusta 

Presiden SBY sudah mendapat laporan perihal kerusuhan yang terjadi di LP Tanjung Gusta, Medan, Sumut. Presiden memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo agar mengambil langkah tepat guna memulihkan kondisi di LP Tanjung Gusta.

"Instruksi presiden ke Kapolri untuk memulihkan kemananan, ketertiban di Lapas itu. Sekarang telah terkendali," terang juru bicara presiden, Julian A Pasha di Lanud Halim Perdanakusumah, Jumat (12/7/2013).

SBY juga terus menerima update informasi soal Tanjung Gusta di tengah perjalanan menuju Lombok, NTB untuk kunjungan kerja.


Quote:TNI Merangsek Masuk, Ini Situasi Terakhir di Dalam LP Tanjung Gusta 

Aparat akhirnya bisa menembus LP Tanjung Gusta. Napi langsung riuh. Tapi tak ada lagi aksi anarkis seperti sebelumnya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (12/7/2013), ratusan personel TNI menerobos LP melalui pintu utama yang terbakar. Mereka membawa tongkat dan tameng demi mengawal petugas LP membersihkan sisa-sisa kerusuhan.

Sejumlah napi tampak berkerumun. Sebagian di antaranya bertelanjang dada. Ada sebuah poster yang bertuliskan protes terhadap PP 99 tahun 2012 tentang pembebasan bersyarat bagi para napi. Dalam PP ini disebutkan napi korupsi, narkoba dan terorisme dan illegal logging tidak diberi remisi.

Tak ada teriakan dari napi. Juga dari aparat. Para napi hanya mengawasi aktivitas aparat. Sebagian di antaranya berbincang dengan temannya.

Kondisi di dalam LP tidak rusak. Kayu dan batu tampak di beberapa titik. Dengan menggunakan gerobak, petugas membawa barang-barang yang digunakan napi melawan petugas semalaman itu ke dekat parkiran LP.




Quote:Polisi Pekanbaru Perketat Perbatasan

PEKANBARU, KOMPAS.com - Aparat Polresta Pekanbaru, Riau, memperketat pengawasan terhadap narapidana yang melarikan diri melalui perbatasan Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai pascakerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Medan, Sumut.

Kapolresta Pekanbaru Kombes R Adang Ginanjar di Pekanbaru, Jumat (12/7/2013) mengatakan bahwa peningkatan kewaspadaan di perbatasan terutama di kawasan Muara Fajar yang berbatasan dengan Kabupaten Siak dan di Palas, Rumbai karena khawatir para narapidana itu memasuki wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.

"Petugas patroli siaga penuh dan memeriksa sejumlah kendaraan yang dicurigai berasal dari Medan," katanya.

Petugas Polresta Pekanbaru melakukan pemeriksaan sejak Kamis malam terhadap kendaraan di sekitar Palas dan perbatasan di Muara Fajar, Kecamatan Rumbai.

Setiap kendaraan minibus atau bus umum serta pengendara sepeda motor diperiksa identitas dan setelah lengkap kemudian dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

Bahkan polisi juga memeriksa truk membawa barang dan kendaraan minibus bak tertutup yang berasal dari Sumatera Utara.

Pemeriksaan kendaraan tanpa terkecuali, semua yang melintas di jalur Muara Fajar diperiksa penumpang dan kelengkapan surat kendaraan.


Quote:Total 950 Personel yang Amankan LP Tanjung Gusta

Petugas keamanan sudah menyekat kawasan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Medan, untuk mencegah napi lain yang melarikan diri. Total ada 950 personel yang kini berjaga-jaga di sekitar LP.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta menyatakan, para personel itu masing-masing 500 orang dari TNI, kemudian 400 dari Polri dan 50 personel dari pihak LP.

"Ada prosedur dan tahapan dalam penanganan. Semua personel bersiaga," kata Nico kepada wartawan di LP Tanjung Gusta, Jalan Pemasyarakatan, Medan. Jumat (12/7/2013) pagi.

LP yang menampung lebih dari 2.000 napi tersebut di bagian depannya tampak hangus terbakar. Petugas gabungan tersebut masih berjaga-jaga di areal komplek dan belum masuk ke dalam LP.


Quote:Penampakan Napi LP Tanjung Gusta yang Bikin Aksi Rusuh 

Pada Jumat (12/7) pagi, ketika suasana mulai terang para napi ini terlihat muncul di dekat LP. Mereka terlihat santai, ada yang tersenyum, ada yang telanjang dada, ada yang memakai singlet.

Mereka berkerumun di bagian depan LP yang terbakar. Area LP Tanjung Gusta memang masih dikuasai 2 ribuan narapidana. Polisi dan TNI hanya berjaga di luar tak bisa masuk ke dalam.

Tak heran kalau para napi yang nongol dari dalam LP malah banyak yang meneriaki petugas. Mereka seolah mengejek. "Udah woi, pulang saja sana," teriak mereka yang disambut cemoohan rekan mereka.


Quote:Menkum: 5 Korban Tewas di Tanjung Gusta Bukan karena Dianiaya Napi 

Menkum Amir Syamsuddin memastikan 5 sipir yang tewas di LP Tanjung Gusta, Medan, Sumut bukan karena dianiaya napi. Korban meninggal karena terbakar.

"Petugas yang meninggal karena terbakar api di ruang registrasi," jelas Amir saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (12/7/2013).

Amir menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada keluarga para petugas itu. Korban meninggal karena hendak menyelamatkan dokumen di LP tersebut.

"Mereka meningga bukan karena dianiaya napi," tambahnya.


Quote:2 Napi Terorisme yang Kabur dari LP Tanjung Gusta 

Menyusul kerusuhan dan kebakaran yang terjadi di LP Tanjung Gusta, sebanyak 200 narapidana melarikan diri. 15 Orang di antaranya adalah pelaku terorisme. Untuk sementara, 2 napi yang berhasil diidentifikasi.

Dua narapidana terorisme itu adalah Toni Togar dan Fadli Sadama. Dalam catatan detikcom, Kamis (11/7/20130), Toni Togar alias Marwan alias Nanong adalah otak teroris Medan. Toni mengendalikan operasi teroris di Medan dengan merekrut dan mendanai aksi seperti perampokan Bank Lippo dan pemboman gereja di Pekanbaru pada tahun 2000.

Toni terlibat langsung dalam peristiwa di Medan yang terkait dengan rangkaian terorisme di Aceh, Bandung, dan Lampung. Toni adalah alumnus pesantren Ngruki tahun 1990. Ia menjadi staf pengajar di ponpes itu tahun 1990 hingga 1992.

Toni tercatat juga pernah mengikuti pelatihan militer Al Jamaah Islamiyah tahun 1995 di Afghanistan. Toni kemudian terlibat peledakan bom di gereja Pekanbaru pada malam Natal tahun 2000, di bawah koordinasi Hambali.

Pada tahun 2003, Toni ikut merencanakan perampokan Bank Lippo di Medan, sebelum peledakan JW Marriott, Jakarta, pada tahun yang sama. Dalam peledakan JW Marriott, Toni bersama Noordin M Top dan M Azhari terlibat dalam perekrutan dan penggalangan dana.

Toni ditangkap bulan Juni 2003 dan dijatuhi hukuman penjara 20 tahun di LP Siantar. Hal yang menarik adalah aksi terorisme Toni tahun 2003 di Medan dikendalikan Toni dari balik jeruji menggunakan HP milik sipir.

Sementara satu lagi terpidana terorisme adalah Fadli Sadama bin Mahmudin alias Acin Zaid alias Buyung alias Ade. Aksi terornya dikenal dengan narcoterrorism atau istilah yang meruju pada penggabungan narkotika dan terorisme.

Fadli menggunakan uang penjualan narkoba untuk kegiatan teroris dan perampokan di Medan. Uang hasil perampokan itu dipakai untuk membeli senjata.

Fadli Sadama berhubungan baik dengan jaringan terorisme di Asia Tenggara bahkan Al Qaeda. Fadli juga diduga memiliki hubungan erat dengan kelompok separatis di Thailand Selatan dan Malaysia. Di Malaysia Fadli bekerjasama untuk pengadaan senjata yang akan dibawa ke Indonesia. Di Thailand, Fadli bekerjasama dengan Patani United Liberatation Organization (PULO) dan mempunyai kontak dengan kelompok teroris di Thailand Selatan.

Fadli akhirnya dijatuhkan hukuman 11 tahun penjara atas perampokan bank CIMB Niaga pada 18 Agustus 2010. Tak hanya itu, Fadli juga dinyatakan bertanggung jawab atas keberadaan sejumlah senjata api yang dipergunakan dalam perampokan. Fadli tercatat juga bertanggungjawab atas penyerangan ke Polsek Hamparan Perak di Kabupaten Deli Serdang, Sumut menyebabkan tiga polisi meninggal dunia.


Quote:Daftar Napi Teroris di Tanjung Gusta
Berdasarkan data kepolisian, terdapat 22 narapidana kasus terorisme yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 15 orang di antaranya diduga ikut kabur bersama ratusan penghuni lapas, Kamis (11/7/2013) malam.

"Ada 22 napi kasus terorisme di Lapas Klas 1 Medan. Diperkirakan sekitar 200 orang melarikan diri, termasuk kemungkinan tahanan teroris 15 orang," tulis Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar melalui pesan singkat.

Di antara mereka merupakan pelaku perampokan atau fai di Bank CIMB Niaga dan kasus di Polsek Hamparan Perak.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut ini adalah 22 teroris tersebut.
1. Pamriyanto alias Suryo Putra
2. Zumirin alias Sobirin
3. Anton Sujarwo alias Supriyadi
4. Marwan alias Nanong
5. Abdul Ghani Siregar
6. Pautan alias Robi
7. Fadli Sadama
8. M. Chair
9. Agus Sunyoto
10. Jajah Miharja Fadila
11. Beben Khairul Rizal
12. Nibras
13. Suriyadi
14. Hasbuddin
15. Munir alias Abu Rimba
16. Gema Awal Ramadhan
17. Ismarwan
18. Muktar alias Muktar
19.Andri aMrlan
20. Chairul Fuadi
21. Muksin Kamal
22. Khairul Gazali


Quote:Masyarakat Medan Takut Keluar Rumah 

Polisi memperkirakan 200 napi, 15 di antaranya pelaku kejahatan terorisme, kabur dari LP Tanjung Gusta. Mendengar kabar itu, masyarakat Medan ketakutan dan menutup pintu rumahnya rapat-rapat.

"Di Medan sekarang banyak orang menutup rumah rapat-rapat dan ketakutan keluar karena berita lepasnya napi tersebut," kata anggota Komisi III DPR asal Sumatera Utara, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Kamis (11/7/2013).

Martin mengaku mendapat kabar dari kerabat dan konstituennya di Medan. Dia berharap polisi dapat segera menangkap para napi.

"Saya dengar kota Medan agak mencekam. Diharapkan dukungan masyarakat untuk memberi informasi pada Polri apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan terkait dengan kaburnya para tahanan," imbau politikus Gerindra ini.


Quote:15 Napi Teroris Ikut Kabur dari LP Tanjung Gusta

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Utara (Sumut) berhasil menangkap 10 narapidana yang kabur dari Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan akibat kerusuhan besar di lapas tersebut, Kamis (11/7) malam.

Sepuluh narapidana tersebut ditangkap oleh petugas di wilayah Hamparan Perak dan Helvetia. Dua diantara yang diamankan di Polsek Helvetia yaitu
Sabar Tarigan, tersangkut kasus narkoba dan Handoko.

Selain itu, salah satu diantara narapidana yang ditangkap yaitu seorang narapidana teroris. Berdasarkan informasi, terdapat 15 narapidana teroris yang kabur dalam kejadian tersebut.

Kepala Polda Sumut, Irjen Syarief Gunawan mengtakan, ke sepuluh narapidana yang ditangkap sudah diamankan di polsek-polsek yang terdekat. “Setidaknya sekitar 10 narapidana berhasil kita tangkap,” ujarnya kepada wartawan.

Kapoldasu mengatakan, belum diketahui secara resmi jumlah napi yang kabur. Namun, sebutnya, pihaknya bersama seluruh jajaran dibantu TNI terus mengejar para tahanan yang kabur serta menjaga daerah yang dianggap menjadi tempat pelarian.

Di sejumlah daerah perbatasan juga dilakukan penyisiran untuk menghindari narapidana yang melarikan diri ke luar daerah Sumut.


Quote:Kronologi Sementara Kerusuhan di LP Tanjung Gusta 

Kerusuhan yang berujung kebakaran terjadi di LP Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Sekitar 200 napi diperkirakan kabur.

Pemicu kerusuhan diduga padamnya aliran listrik dan air di LP klas I itu. Napi protes, melawan petugas, dan akhirnya membakar LP.

Berikut urutan peristiwa kerusuhan dan kebakaran itu secara kronologis berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Heru Prakosa dan pengamatan detikcom di lokasi, Kamis (11/7/2013):

Pukul 05.00 WIB
Air dan listrik mati di LP Tanjung Gusta.

Pukul 17.30 WIB
Terjadi keributan yang dipicu belum pulihnya listrik dan air. Para napi melawan petugas dan menjebol pintu utama serta membakar ruangan kantor LP Tanjung Gusta. Diperkirakan sekitar 200 tahanan melarian diri, termasuk kemungkinan tahanan teroris sebanyak 15 orang.

Pukul 20.50 WIB
Ledakan cukup keras terdengar dari dalam LP. Belum diketahui asal muasal ledakan itu, namun saat ledakan terjadi letupan api terlihat cukup besar.

Pukul 20.42 WIB
Narapidana menimpuki aparat dari dalam lapas dengan batu-batu dan barang lainnya.

Pukul 21.42 WIB
Petugas gabungan Polri dan TNI yang jumlahnya mencapai 500 orang berjaga di sekitar LP. Selain itu, terdapat 15 mobil pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api.

Pukul 22.00 WIB
Api membesar di LP Tanjung Gusta.

Hingga saat ini LP Tanjung Gusta masih belum bisa dikuasai oleh aparat.


Quote:Komisi III DPR Desak Napi Kabur Tembak di Tempat

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi III DPR I Gede Pasek Suardika menilai kerusuhan di LP Tanjung Gusta Medan, Sumut itu merupakan masalah serius.

Polisi dan aparat terkait harus segera membantu menangkap kembali napi yang kabur tersebut. Lokasi tersebut harus diblokade.

Blokade tersebut, khususnya tempat-tempat untuk ke luar daerah. Semua penanggung jawab harus diperiksa secara intensif. Selain itu umumkan agar mereka segera menyerah kalau tidak ya ancam tembak di tempat saja.


Quote:Susun Formasi, Polisi dan TNI Siap Menyerbu ke Dalam LP 

Ribuan napi masih menguasai bagian dalam LP Tanjung Gusta, Medan. Hingga Kamis (11/7/2013) sekitar pukul 21.00 WIB, petugas masih belum masuk ke bagian dalam LP itu.

Setidaknya 500 polisi sudah berada di lokasi kejadian. Mereka masih berada di bagian depan LP, belum masuk karena masih menyusun formasi.

Selain polisi, sejumlah pasukan TNI juga sudah berada di lokasi. Mereka sudah bersiaga dengan senjata lengkap.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Syarif Gunawan berada di lokasi dan memimpin langsung pengamanan. Sejauh ini dia masih belum memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan situasi.


sumber : kaskus